Sabtu, 04 Maret 2017

Pertolongan Pertama Saat Bayi Demam Tinggi


Demam tidak bisa dipisahkan dari proses tumbuh kembang anak. Terlebih pada usia 0-12 bulan karena daya tahan tubuh bayi masih rendah sehingga mudah terinfeksi. Terus, Apa yang harus dilakukan Bunda saat si Buah hati sedang demam ? artikel ini akan membahas pertolongan pertama bila bayi demam.


Yang perlu menjadi perhatian, bayi yang baru lahir sampai umue 2-3 bulan belum mempunyai mekanisme pengaturan suhu tubuh yang sempurna. Meski mengalami infeksi cukup berat, bisa saja suhu tubuhnya tidak banyak mengalami perubahan. Oleh karena itu, perubahan perilaku bisa menjadi tolak ukur yang lebih kuat dari pada perubahan suhu tubuh bayi/anak. Di antaranya, bayi menjadi lemas, tampak tidak aktif, tidak mau minum, dan lain-lain.

Bayi mengalami demam jika suhu tubuhnya meningkat menjadi 38 C atau lebih. Demam dapat terjadi secara tiba-tiba, langsung tinggi dalam beberapa jam atau meningkat perlahan-lahan dalam beberapa hari. Perlu diketahui orangtua, tingginya suhu tubuh/badan tidak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita makin parah. Yang pasti, saat demam itu tubuh si Baby sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. Itu sebabnya, demam bisa reda dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 sampai 2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Akan tetapi, mengingat tidak semua bibit penyakit mati pada suhu tubuh tinggi, untuk itu dianjurkan untuk membawa si buah hati ke dokter apabila suhunya mencapai 38,5 C. Di khawatirkan infeksi yang terjadi tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

Baca juga : Cara Menggunakan Termometer Untuk Mengukur Suhu Tubuh Saat Demam Tinggi

LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan pertama apabila bayi mengalami demam, berikut ini langkah-langkah nya :
  1. Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Para ahli meyakini, bahwa tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi apabila suhunya naik. Nah, Kalau perilaku bayi tidak berubah; tetap aktif bermain, mau makan dan minum MPASI, maka tidak perlu obat penurun panas lebih baik biarkan tubuhnya bekerja secara alami.
  2. Pakaikan bayi anda baju yang tipis, agar nyaman dan menyerap keringat dan hindari baju yang berbahan tebal ataupun selimut tebal.
  3. Berikan Air Susu Ibu (ASI) lebih banyak dan lebih sering. Jika usianya di atas 6 bulan dapat ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Disaat bayi mengalami demam, penguapan cairan tubuh cenderung meningkat. Jika asupan cairan kurang, dikarenakan bayi kurangnya minum, maka dapat menyebabkan dehidrasi ringan lantaran kebutuhan air meningkat bila suhu tubuh meningkat.
  4. Menempatkan si Baby pada ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dan segar.
  5. Bila suhu badan di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-38 C) alias sumeng, bayi tidak perlu diberi obat panas. Bunda cukup  membuat si Baby nyaman dalam ruangan bersuhu yang normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur suhu badan manusia akan meningkat pada sore hari menjelang malam dan  akan turun setelah tengah malam sampai subuh.
  6. Apabila temperatur badan/tubuh terlalu tinggi, bayi akan merasa tidak nyaman, tidak bernafsu makan dan minum, serta sulit tidur. Kalau demikian, bisa dikompres dengan air hangat untuk menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Berikut langkahnya, lepas semua baju bayi, setelah itu  lap sekujur tubuh nya memakai handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat, kemuadian keringkan.
  7. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan menggunakan air dingin karena akan membuat bayi tidak nyaman. Jangan pula gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf.
  8. Gendong kanguru. cara kanguru dapat digunakan untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi dengan cara memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Namun, cara ini hanya cocok untuk demam yang disebabkan sakit ringan. Secara psikologis juga gendong kanguru mampu menenangkan dan membuat bayi nyaman karena ia berada dalam pelukan ibu. Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Lepas semua baju anak/bayi dan dekaplah di dada.
  9. Apabila suhu sudah di atas 38 C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Harus diperhatikan dosisnya karena harus diukur berdasarkan berat badannya (lebih baiknya tanyakan pada dokternya lewat telepon). Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan parasetamol/asetaminofen, untuk asetaminofen dapat diulang setiap 4 jam sekali atau 6 jam sekali (untuk ibuprofen) bila suhu tubuh masih tinggi.

    Tetapi lebih aman lakukan pengulangan hanya setelah 6 jam saja. Penting pula diperhatikan, jangan memberi bayi 2 kelompok obat sekaligus atau obat penurun panas yang merupakan kombinasi asetaminofen dan ibuprofen. Yang tidak dianjurkan untuk bayi atau anak di bawah usia 16 tahun adalah kelompok asetosal (misalnya aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol karena dapat berakibat fatal.

    Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali atau bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih akurat.Jangan lupa catat dan berikan kepada dokter pada saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh/badan bisa membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita.
Demikian Pertolongan Pertama Saat Bayi Demam Tinggi, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait